Be Yourself (Haruskah?)
Sudah sangat sering saya mendengar yang satu ini. Be yourself. Atau secara kasar, dalam Bahasa Indonesia dapat diartikan sebagai jadilah diri sendiri. Semua kelebihan yang dimiliki, atau semua kekurangan yang dimiliki, itulah dirimu. Tapi, apakah dengan seperti ini saja cukup? Menurut saya, entah kenapa, saya berpikir bahwa kata-kata ini tidak begitu baik, bahkan untuk diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari. Rasa-rasanya, dengan mengusung kata ini di kepala kita, tidak ada yang namanya dimensi perubahan. Perubahan menuju arah yang lebih baik. Ya, ini kembali lagi karena semua kelebihan yang dimiliki, atau semua kekurangan yang dimiliki, itulah dirimu.
Padahal, di sekitar kita, teladan yang luar biasa adalah sangat banyak. Contoh kongkret adalah Rasulullah SAW. Telah ada suri tauladan yang baik pada diri Rasulullah. Dan, sebagai seorang Muslim, Rasulullah adalah panutan. Kehidupan beliau adalah teladan bagi umatnya. Nah, dengan begini, masihkah manusia harus mengusung be yourself di kepalanya?
Musim Hujan
Waktu SD dulu, kalo ga salah inget sih, Pak Guru ngendiko bahwa musim hujan di Indonesia itu terjadi pada bulan Oktober sampai dengan bulan April. Tapi entah kenapa sekarang, yang notabene sudah bulan Nopember, hujan tak kunjung turun jua. Kalo kayak gini, ada apa ya Pak?
Menggunakan OpenDNS
Hari ini saya coba-coba mendaftar di OpenDNS. Meskipun saya tidak tahu secara pasti mekanisme yang bekerja di belakangnya (saya awam), di situsnya disebutkan bahwa dengan menggunakan DNS milik OpenDNS, You’re one step closer to a safer, faster, smarter and more reliable Internet. Tentu ini sangat sangar. Menarik hati orang-orang yang menginginkan browsing dengan kondisi yang cepat dan aman. Apakah klaim itu terbukti benar atau tidak, saya tidak tahu. Tapi, saya merasa koneksi yang semula sangat menyedihkan menjadi agak lebih cepat dikit. Hmm, jangan-jangan ini hanya sugesti? Kekuatan sugesti memang sangat hebat.
OpenDNS
Caranya cukup gampang kok. Tinggal ganti DNS sampeyan menjadi 208.67.222.222 (Preffered DNS Server) dan 208.67.220.220 (Alternate DNS Server). Sudah begitu saja. Jangan lupa restart komputer Anda.
* Satu langkah dalam meraih cita-cita sebagai ahli jaringan komputer
*
Seminar Pak Jenggot
Tanggal 9 Nopember 2009, saya mengikuti acara seminar yang diadakan oleh HMTC ITS. Seminar yang menarik, karena pada seminar ini pembicaranya adalah orang penting dalam dunia perkomputeran. Seorang bapak-bapak berjenggot bernama Richard M. Stallman. Bapak ini memberikan kuliah (menurut saya ini adalah kuliah, meskipun sebenarnya adalah seminar) selama kurang lebih 1,5 jam. Sebenarnya bapak ini hanya dikasih waktu 1 jam saja oleh panitia. Tapi, setelah engkel-engkelan sama si moderator, dan bilang ke audiens bahwa akan sangat memalukan (It will be a horrible shame) jika dia tidak bisa menyelesaikan presentasinya, akhirnya dia menang
. Oh iya, sempat terjadi kelucuan saat Pak RMS ini mengatakan bahwa dia kepanasan dan meminta tolong agar suhu ruangan dibuat lebih dingin. Karena kelamaan, akhirnya dia berdiri di bawah AC. Hihi.
Dalam seminar, Pak RMS berbicara panjang lebar tentang Free Software, tentang apa yang disebut dengan GNU/Linux, tentang apa yang dia sebut sebagai proprietary software, dan tentang minuman Coca Cola (untuk yang satu ini, tidak panjang lebar). Dan parahnya, dia menggunakan English. Oh iya, dari kuliah ini juga saya tahu bahwa Ubuntu yang saya pakai ini tidak sepenuhnya Free Software dan bahwa Linus Torvalds tidak pernah mendukung FSF.
Setelah 1,5 jam ngoceh dan menghabisakan 2 botol air mineral dan beberapa teguk Pepsi (RMS tidak meminum Coca Cola), akhirnya kuliah dititup. “Happy hacking, everyone!”, kata dia. Dan setelah itu, tentu saja, sesi foto-foto dengan Pak RMS tidak lupa!
“Credit is not an important issue in our life” – RMS
Ibu’
Bila kuingat masa kecilku
Ku s’lalu menyusahkanmu
Bila kuingat masa kanakku
Ku s’lalu mengecewakanmu
Banyak sekali pengorbananmu
Yang kau berikan padaku
Tanpa letih dan tanpa pamrih
Kau berikan semua ituEngkaulah yang ku kasihi
Engkaulah yang ku rindu
Ku harap s’lalu doamu
Dari dirimu, ya IbuTanpa doamu tak ‘kan kuraih
Tanpa doamu tak ‘kan kucapai
Segala cita yang kuinginkan
Dari diriku, ya Ibu
Duit Nempel
Sabtu 31 Oktober 2009, di gedung Teknik Informatika ITS bagian belakang, depan kantin. Pas lewat di depan kantin, tiba-tiba saja saya menengok ke kiri, meskipun ga ada angin. Ada yang menarik di spot itu.
Tapi, meskipun ga ada angin, ternyata ada bau loh. Bau uang. Bukannya saya mata duitan, tapi tiba2 saja saya mendekat ke sumber bau itu. “Ini barang bagus nih, kayaknya”, sambil memegang-megang objek berwarna merah itu.

pengumuman
Oh iya, seperti pada gambar di atas, di samping objek warna merah itu ada tulisan, “Ditemukan uang 10.000 di depan kantin. Harap kejujuran anda.” Hihi. Aneh banget.
Kayak gini ini, sebenernya siapa yang salah sih? Heran. Kita tunggu saja, apakah pada besok pagi dan pada pagi-pagi seterusnya objek merah itu masih nempel di situ. Nantikan saja di blog ini! Hihi.
* objek berwarna merah = duit
Twit.. Twit..
Akhir-akhir ini saya suka maen-maen twitter, yang gambarnya burung emprit berwarna biru itu. Cukup asyik sih, sampai akhirnya saya menyadari bahwa jumlah orang yang saya follow (duh, bahasanya susah) bisa diitung dengan jari tangan + jari kaki = 24. Akhirnya diputuskan untuk mencari orang yang berpotensi untuk di-follow. Eh, nemu twitternya Pak Menkominfo KIB II (tifsembiring) ama twitternya Pak Wakil Presiden (boediono), dan yang lain-lainnya.
Kemudian, apa spesialnya? Bukankah twitter artis-artis ibukota juga sudah banyak? Beda dong. Tentu ini lebih spesial.
Oh, iya. Semoga yang beliau-beliau tuliskan itu bukan sekedar basa-basi dan kata-kata kosong. Yaaah, semoga saja. Untuk Indonesia kita, Bapak-Bapak!
Dari Kelas Ini
Di kelas Statistika Komputasional 3 SKS, saat waktu terasa berjalan sangat lambat. Pak Dosen bicara tentang Normal Distribution. Sebenarnya ini adalah topik yang menarik. Tapi, saat otak sudah terlanjur mengatakan bahwa ia tidak berminat, apa daya. Untuk mengalahkan bosan, saya ambil hape, buka Opera, klik situs Kompas Mobile. Hihihi..
Perhatian saya tertuju pada tulisan tentang profil para calon menteri yang bakalan menjabat. Isi tulisan2 adalah tentang pengalaman-pengalaman organisasi beliau-beliau, background akademis, dan kebanggaan-kebanggaan lainnya. Salah satu contoh adalah tentang Menkes, bahwa wanita ini adalah seorang Guru Besar Fakultas Kedokteran UI, ketua organisasi ini, anggota organisasi internasional itu, dan lain sebagainya. Kemudian tentang profil Pak Nuh, mantan Rektor ITS. Ada juga calon yang namanya mirip-mirip dengan nama saya, dengan segala prestasi yang beliau miliki.
Untuk sementara, saya tidak peduli apakah beliau-beliau ini akan bisa bekerja dengan baik atau tidak. Dari sisi yang lain, tiba-tiba saya ingin menjadi seperti mereka. Menjadi seseorang yang memiliki pengalaman-pengalaman lebih, memiliki kemampuan-kemampuan lebih, sehingga yang namanya “kemampuan lebih” ini bisa diterapkan untuk kemajuan bangsa. Tapi, apakah bisa? Kadang-kadang, kuliah aja masih diniati untuk menunggu jam kuliah usai. Ini racun, dan ini harus diubah. Allah tidak akan mengubah, sebelum aku berubah. Tidak ada yang kebetulan di dunia ini. Semua atas izin Allah dan usaha manusia. Apa salahnya memiliki mimpi? Tuhan sungguh Maha Mendengar.
Jadi, wishlist-nya nambah satu?
Dari Kos2an Ini
Pagi yang cerah, sinar matahari secara frontal masuk ke kamar kosan. Ini artinya aktivitas di hari ini sudah menunggu untuk dihajar. Siap berangkat ke dunia nyata Informatika. Oh iya, satu hal yang saya sukai saat berangkat menuju kampus: berpamitan sama bapak kos dan ibu kos. Beliau-beliau sebenernya ngga ngasih duwit, bontot, dan pesangon-pesangon semacamnya. Lantas apa? Saya suka saat mengucapkan, “Pak, Buk, berangkat. Assalamu’alaykum”. Sungguh nikmat. Kata-kata seperti ini mengembalikan kembali ingatan ketika masih TK, SD, dan SMP, ketika saya masih lucu-lucunya muda. Berpamitan dengan mother dan father di rumah untuk menimba sumur ilmu.

saya siap untuk diubah
Itu poto pemandangan depan kos2an. Tepatnya di lantai dua. Kalo pengen maen loncat2an di sini enak. Sejuk sih.
